PURING, KECAMATAN DENGAN PESONA PANTAI YANG INDAH MEMANJAKAN MATA

Setelah sebelumnya kita bahas Pantai Bopong, kali ini belum selesai kelanjutan cerita di Kecamatan Puring. Puring, merupakan salah atu kecamatan di bagian selatan Kebumen. Pantai bopong salah satu pantai yang terdapat di Kecamatan ini. Tetepi kita sudah membahas Pantai Bopong, dan kali ini kita akan bahas Pantai Suwuk.



Terletak di Desa Suwuk, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Wisata di Pantai Suwuk ini pada dasarnya tidak berbeda dengan wisata-wisata pantai di Kebumen. Pemandangan pegunungan kapur yang elok memanjang dari utara sampai selatan, dan berbatasan langsung dengan pegunungan dan Pantai Karangbolong. Terdapat beberapa fasilitas pendukung di pantai ini, terdapat penyewaan kuda untuk membantu menyususi pesisir pantai ini.

(sumber : www.potograpero.com)

Fasilitas lain jug dapat pengunjung nikmati jajanan khas yang ada di warung-warung sepanjang pantai. Anda dapat menikmati pecel dan lontong, es kelapa hijau, jangan lupa pula peyek ubur-uburnya dan berbagai jenis peyek lainnya.

Untuk menuju ke lokasi pantai, banyak jalur alternatif yang dapat digunakan. Jika anda dari arah Gombong maka dibutuhkan waktu sekitar 45 menit, namun jika anda berasal dari arah kota Kebumen maka dibutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk menuju Petanahan dan setengah jam berikutnya menuju Pantai Suwuk. Bagi anda yang berasal dari arah timur yang kebetulan sedang melintasi jalan selatan-selatan atau jalan Daendels dari arah Yogyakarta dapat langsung lurus menuju ke Pantai Suwuk.

Nambah lagi reverensi spot wisata yang dapat memanjakan mata, come aon guys. indonesia itu keren. indonesia itu luarrrr biasa... masa marih dirumah aja... tetap jaga dan lestarikan alam ini ya gengs... happy travelling...

PESONA WISATA BAHARI KEBUMEN, PANTAI BOPONG

Pesisir selatan Kabupaten Kebumen merupakan anugerah yang maha kuasa yang sangat indah dan mempesona. Beberapa pantai dengan hamparan pasir putih dan dihiasi tebing yang menjulang diterjang ombak tinggi. Sungguh indah kekayaan wisata pantai di Kebumen, salah satunya ialah Pantai Bopong.


Terletak di Desa Surorejan, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Berjarak 24 Km arah barat daya dari kota Kebumen dan 20 Km tenggara kota Gombong. Tidak seperti pantai yang lain di Kebumen yang memiliki pasir putih, Pantai Bopong dihiasi dengan pasir hitam. Perlu diketahui juga, Pantai Bopong merupakan satu dari tiga pantai yng dijadikan lokasi penyu untuk bertelur dan berkembang biak. Namun sayang, perkembang biakan penyu yang terjadi di Pantai ini ternoda oleh warga yang tidak bertanggung jawab untuk diperjual belikan.

Sensasi Pantai Bopong tidak selesai disini. Pantai bopong terkenal dengan ombaknya yang sangat ganas, sesuai identitas khas Pantai Selatan. Pantai ini belum ada pos SAR, jadi para pengunjung tidak diperbolehkan untuk berenang di pantai ini. Tujuannya simpel, hanya untuk menjaga agar tak ada korban dan menodai cerita di Pantai yang indah ini.


Tak perlu susah – susah menuju Pantai Bopong, ada rute yang mudah ditempuh menuju Pantai Bopong. Lebih jelasnya dari Kota Kebumen silahkan anda memasuki Jl. Ronggowarsito dan kemudian menuju Jl. Raya Petanahan untuk melanjutkan ke arah Kecamatan Klirong. Kemudian setelah melewati Kecamatan Klirong, kemudian akan masuk Kecamatan Petanahan dan bertemu dengan Jalan Daendels di pertigaan desa Klegensari. Ambilah jalur kanan, lurus saja hingga bertemu pertigaan Munggu, lurus saja terus hingga masuk ke Kecamatan Puring dan Desa Surorejan.

Tiket masuk menuju Pantai Bopong hanya Rp. 2.000 saja termasuk parkir kendaraan roda dua dan Rp. 5.000 untuk roda empat. Pemandangan yang indah dijumpai di Pantai Bopong adalah rindangnya Pohon Cemaran Udang di pinggir pantai seperti yang nampak di pantai Lembupurwo dan juga perbukitan Karst di arah baratnya. Indahnya pantai dengan pesona yang tiada tara merupakan anugerah yang sangat luar biasa. Kembali saya ingatkan, indonesia itu keren, indah, dan mempesona. Tetapi semua itu tidaklah dapat dinikmati jika tak dijaga dan dilestarikan, so come on guys jagalah kekayaan indonesia dibidang pariwisata. Indonesia itu keren gengs, ayo nikmatin dan rasakan alam ini... jangan dirumah terus... happy travelling guys J

Pantai Logending atau Pantai Ayah, wisata bahari dengan paduan wisata hutan Kebumen

Setelah sebelumnya kita bahas pantai Menganti dan Pantai Lembupurwo, sekarang kita bergeser kearah Barat Kebumen, Pantai Ayah. Terletak 8 Km selatang Goa Jatijajar. 53 Km jika ditempuh dari pusat Kabupaten Kebumen. Lebih tepatnya di Desa Ayah, Kecematan Ayak, Kabupaten Kebumen. Merupakan Objek wisata yang memiliki keindahan alam yang pantut untuk kita kunjungi. Keadaan alam yang sayangat memanjakan mata membuat pengunjung betah berlama – lama untuk berwisata disana.

 Wisata bahari yang dipadukan dengan kondisi hutan sangatlah jarang ditemui, ini merupaka satu – satunya pantai di Kebumen yang memiliki unsur itu. Pantainya yang cukup luas, membuat pengunjung bisa dengan leluasa menatap pantai dengan puas, dikarenakan Pemkab Kebumen melarang para pedagan mendirikan warung – warung di sekitar bibir pantai. Pantai ini juga merupakan pertemuan antara air tawar di sungai Bodo dengan air laut dari pantai selatan. Sungai bodo merupakan sungai yang memisahkan antara wilayah Kabupaten Cilacap dengan wilayah Kabupaten Kebumen, dengan keindahan lalulalangnya perahu nelayan setempat.


Selain perahu nelayan, para pengunjung juga dapat menyewa perahu untuk memngelilingi sungai ini. Keadaan yang masih asri ini didukung dengan tenangnya air sungai dan lebatnya pepohonan hutan yang masih lebau membuat rasa puas untuk mengeilingi sungai ini.

Sejarah pantai logending juga perlu pengunjung ketahui. Nama Logending berasal dari kata Lo dan Gending. Dua kata tersebut memiliki arti yaitu, Lo yang mempunyai arti Kayu, yang kemudian kayu tersebut digunakan untuk membuat alat musik yang bernama gending. Sehingga nama Logending berasal dari penggabungan antara kata Lo dan gending tadi. Pantai Logending juga disebut juga pantai Ayah. Merupakan salah satu objek wisata yang telah diakui oleh Pemkab Kebumen. Objek wisata ini merupakan perpaduan antara wisata hutan hutan dan wisata bahari, yaitu Hutan Wisata Logending dan Pantai Logending.

Objek wisata ini mempunyai fasilitas bumi perkemahan atau bumper yang terletak disekitar Hutan Logending. Kemudian terdapat juga area pelelangan ikan dan ubur – ubur yang sering digunakan para nelayan untuk bertransaksi hasil laut yang mereka dapat.

Pantai Logending merupakan anugerah dari yang kuasa untuk kita nikmati keindahannya. Deskripsi diatas merupakan sebagian kecil dari pantai ini. Datang dan nikmatilah indahnya pesisir selatan Kebumen melalui Pantai Logending. Semoga bermanfaat buat menambah reverensi para traveller. Ayolah guys, indonesia itu keren... jangan berdiam diri dirumah... nikmatilah alam indonesia dan selalu jaga dan lestarikan... salam traveller J

Goa petruk, Situs peradaban yang ada di Kabupaten Kebumen Selain Jatijajar

Kebumen memang memiliki beragam spot pariwisata yang sangatlah perlu untuk dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Ada beberapa pantai yang sangat indah untuk dikunjungi dan dinikmati keindahannya, namum kali ini kita tidak akan membeahas pantainya, melainkan Goa. Seperti yang telah diketahui sejak lama, Kebumen memiliki Goa yang menjadi sejarah tentang Legenda Raden Kamandaka yang berada di Goa Jatijajar, selain Goa Jatijajar Kebuemen memiliki Goa lain yang perlu kita bahas dan lestarikan. Goa tersebut diberi nama Goa petruk.




Terletak lebih selatan dari Goa Jatijajar, tepatnya 7 Km keselatan dari gerbang masuk Goa Jatijajar. Nama Goa petruk diilhami dari pengikut setia Pandawa dalam sebuah cerita pewayangan. Mempesona merupakan sebutan yang pantas untuk menjuluki Goa ini. Air kapur yang selalu menetes dari langit – langit goa tiada henti memberikan suara yang menyejukan. Seperti kebanyakan goa pada umumnya, goa ini juga dihiasai stalaktit yang menyerupai bentuk dari kehidupan di dunia ini. Gambaran gambaran yang menyerupai makhluk hidup di dunia tergambar disini, contohnya gambaran anjing saat duduk.

Terdapat beberapa boneka – boneka kecil ada dalam goa ini, diantara aliran air dalam goa yang sejuk. Terdapat pula stalaktit yang menyerupai makanan khas Banyumas, Nopia. Pengunjung dapat dengan mudah memegang stlaktit ini, dikarenakan letaknya yang tidak terlalu tinggi.


Goa Petruk merupakan goa dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk menjelajahnya. Dibutuhkan keberanian dan jiwa petualang yang cukup tinggi untuk menaklukan Goa ini. Ayo guys, buat kalian yang punya nyali tinggi, taklikanlah Goa Petruk ini. Kebumen masih punya banyak spot wisata yang patut anda kunjungi, salah satunga Goa Petruk ini.

Tak ada kata bosan untuk mengingatkan kalian – kalian para traveller sejati, bahwa indonesia itu keren. Indonesia itu kaya akan potensi wisata yang patut untuk kita nikmati. Dan pastinya perlu dijaga pula, Ibdonesia itu Indah,,, masa kalian masih dikamar aja... come on guys, pariwisata indonesia menanti. SELAMAT BERLIBUR...

Pantai Lembupurwo, Surga di Pesisir Pantai Selatan

Kebumen lagi, spot wisata yang sangat banyak dijumpai di Kabupaten Kebumen dan memlikiki pesona alam yang luar biasa. Pantai Lembupurwo, terletak di Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Deburan ombak besar khas pantai selatan melengkapi keeksotisan pantai yang berada di ujung timur Kabupaten Kebumen ini. Takjub dengan keagungan yang maha kuasa yang telah membuatkan keindahan yang amat sangat luar biasa, keindahan yang tiada tara saat menjajakan kaki di pasir bergaris dan bergelombang memahat lembut gemuk – gemuk pasir yang menghiasi Laguna hijau dengan atap sebuah langit yang biru nan cerah.



Terdapat sebuah jembatan bambu yang menghubungkan antara Laguana hijau dengan pesisir pantai yang indah itu. Sampai di ujung jembatan bambu, akan disambut dengan hijaunya pepohonan Cemara yang menghiasi pesisir pantai yang iindah itu. Pepohonan yang ditanam oleh pemerintah setempat, sangatlah berguna dan sebagai penghias juga dan membedakan dengan pantai pantai yang lain di Kebumen tepatnya.

Sebagai penopang ganasnya air laut yang melengkapi keindahan yang tiada tara di pantai pesisir selatan itu, pepohonan cemara berfungsi sebagai beteng pertahanan pesisir dari ancaman abrasi, terjangan tsunami, dan meredam terpaan angin kencang yang berhembus dari tengah laut.

Selama ini, Pantai Lembupurwo telah dikenal sebagai pantai musiman yang ramai saat Lebaran. Jatahnya hari kedelapan dan kesembilan Lebaran, Pantai Lembupurwo mengalami puncak keramaian di sepanjang pantai-pantai Kebumen. Ribuan masyarakat Kebumen sebelah timur dan Purworejo sebelah barat akan berbondong-bondong datang ke pantai yang dikenal juga dengan nama Pantai Rowo ini. Tujuannya untuk liburan sekaligus menjalankan ‘tradisi’ ke laut setiap kali hari Raya Idul Fitri.
Tersedia pula perahu perahu nelayan untuk keperluan wisata. Tepatnya untuk keliling laguna yang menghiasi pantai ini. Terdapat beberapa warga yang mendirikan warung di area gerbang menuju kawasan wisata Lembupurwo.

Potensi yang tersedia di pantai ini sangatlah banyak. Beberapa potensi yang dapat dikembangkan di pantai berlaguna ini ialah spot tourism seperti sandboarding, bikecross. Pengunjung tak perlu khawatir akan perut kosong di area wisata ini, terdapat warung – warung seafood yang dijajakan di pantai ini. Tradisi luhur budaya yang berabad-abad merasuk masyarakat Lembupurwo dan sekitarnya seperti Sedekah Laut juga bisa dikemas lebih menarik sepaket pengembangan pantai ini.



Come on guys, saya tak bosan – bosan mengingkatkan, INDONESIA itu indah, INDONESIA itu luas, INDONESIA itu surganya wisata alam dunia. Tapi inget, jaga selalu kekayaan alam yang tersedia di INDONESIA, kalo bukan kita yang menjaga, siapa lagi...???


INDONESIA ITU KEREN, LEBIH KEREN DARI IMAJINASIMU YANG TEK TENTU SOAL WISATA INDONESIA, soooo ayo berlibur, jadikan wisata INDONESIA sebagai qiblat wisata dunia... jangan diem terus dirumah... selamat berlibur guys... J

Jatijajar, pesona goa dengan legenda lutung kasarung yang membahana



Kebumen, Kabupaten dengan sejuta pesona wisata yang perlu dijelajah. Terdapat beberapa lokawisata yang perlu kita kunjungi dan kita abadikan dalam jepretan kamera yang bisa menjadi cerita dihari tua. Terletak di sebelah timur Kabupaten Cilacap dan di sebelah barat Purworejo.


Pesona sejarah yang terdapat di Kabupaten Kebumen diantaranya Goa jatijajar. Goa jatijajar merupakan Goa alam yang terletak di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Goa yang ditemukan pada tahun 1802 terbentuk dari batuan kapur, Goa ini diketemukan oleh seorang petani yang memiliki tanah diatas Goa yang bernama Jayamenawi. Sejarahnya, suatu ketika Jayamenawi mengambil rumput, kemudian terjatuh kesebuah lobang, dan ternyata lobang itu adalah sebuah ventilasi yang ada di langit – langit Goa. Lobanf tersebut memiliki garis tengah yang mencapai 4 meter dan tinggi dari tanah yang ada dibawah mencapai 24 meter.

Pada dasarnya asal mula Goa jatijajar memang belum banyak orang yang mengetahui. Sampai saat ini kebanyakan orang mengetahui asal mula Goa Jatijajar mempunyai dua versi penemuan, yang pertama yakni seseorang yang bernama Jayamenawi yang menemukan goa saat mencari rumput, kemudian Bupati Ambal, salah satu penguasa Kabupaten Kebumen saat itu meninjau lokasi tersebut. Saat mendatangi goa, dia menjumpai dua pohon jati tumbuh berdampingan dan sejajar pada tepi mulut gua. Dari kisah itu lalu ditemukan istilah Jatijajar, dari kata jati yang sejajar.

Versi kedua, saat Kamandaka dikejar-kejar, dari dalam gua ia menyebutkan jati dirinya. Ia mengaku sebagai putra mahkota Pajajaran. Dari kisah itu muncul kata sejatine (sebenarnya) dan Pejajaran. Nama Gua Jatijajar lalu terkenal hingga saat ini.

Terletak di 21 km sebelah barat daya Kecamatan Gombong, Goa jatijajar masih menjadi primadona bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kebumen. Goa ini ramai dikunjungi para wisatawan tepatnya saat libur hari raya Lebaran. Pengunjung yang datang tak selalu dari masyarakat di sekitar Kebumen. Mereka ada pula yang datang dari kota-kota besar di Indonesia, yang tujuannya ingin mengetahui pesona alam di dalam perut bumi.
  

Goa Jatijajar berada di kaki pegunungan kapur yang memanjang dari utara dan ujungnya di selatan menjorok ke laut berupa sebuah tanjung. Objek wisata ini sungguh sangat menarik. Sebagaimana umumnya objek wisata lain di Indonesia, yang hampir selalu menyimpan legenda, Goa Jatijajar pun tak terkecuali.

Menurut cerita rakyat, Goa Jatijajar ini pada jaman dahulu merupakan tempat bersemedi Raden Kamandaka, yang kemudian mendapat wangsit. Cerita Raden Kamandaka ini kemudian dikenal dengan legenda Lutung Kasarung.

Visualisasi dari legenda tersebut dapat kita lihat dalam diorama yang ada di dalam goa. Ketika masuk ke dalam ada rasa degdegan. Betapa tidak! Karena merasa seperti masuk ke dalam mulut binatang purba Dinosaurus yang gelap dan lembab. Namun rasa cemas itu segera sirna, sebab ruangan diterangi oleh lampu listrik dari ujung ke ujung. Meski mulut goa cukup lebar, namun ruang perut dinosaurus lebih lebar lagi. Pada langit-langit terdapat sebuah lubang sebagai ventilasi. Di tengah-tengah terdapat kursi melingkar tempat duduk pengunjung sambil menikmati indahnya ornamen stalagtit dan stalagnit serta diorama legenda Lutung Kasarung.

Banyak keistimewaan yang ditawarkan dari obyek wisata Gua Jatijajar. Di dalam goa terdapat sungai bawah tanah yang masih aktif. Ada juga dua sendang, yakni Sendang Kantil dan Sendang Mawar. Di dua sendang yang bisa didekati pengunjung itu masih dipercayai, yang mau membasuh muka dengan air sendang bisa awet muda.

Aliran Sungai di Dalam Goa Jatijajar
Aliran air dari Sendang Mawar melewati lubang sempit hingga tembus luar goa. Namun pada dasar Sendang Kantil dijumpai lubang sempit memanjang, sehingga menelusuri goa itu harus melalui penyelaman. Masih ada lagi dua sendang, yakni Sendang Jombor dan Puserbumi. Kedua sendang ini dikeramatkan. Hanya dengan izin pengelola, lorong goa itu boleh dilalui. Orang tertentu yang punya keinginan, dengan menaruh sesaji di sendang itu, konon akan dikabulkan doanya.

Melihat potensi yang luar biasa maka pada tahun 1975 Gubernur Jawa Tengah waktu itu yaitu Bapak. Suparjo Rustam, Goa Jatijajar mulai dibangun dan dikembangkan menjadi Objek Wisata Budaya, sebagai pelaksananya ditunjuk langsung seorang seniman Deorama yang terkenal di Indonesia pada masa itu yang bernama Bapak Saptoto.

Pemda Kebumen membebaskan lahan penduduk setempat seluas 5,5 ha, dengan mengganti rugi tanah penduduk yang terkena lokasi pembangunan Objek Wisata Goa Jatijajar. Setelah selesai proses pembangunan Goa Jatijajar, pengelolaan Objek Wisata tersebut  diserahkan kepada Pemda Kebumen.
Objek Wisata Goa Jatijajar sangat identik dengan Objek Wisata Budaya, karena Goa Jatijajar ada hubungannya dengan sebuah cerita legenda Raden Kamandaka seorang putera makhkota Kerajaan Pajajaran yang bernama asli Banyak Cokro atau Banyak Cakra, yang lebih terkenal sebuah cerita legenda Lutung Kasarung.

Menganti, Wisata pantai dari perbukitan kapur yang luas dengan menghadap ujung selatan Bumi.



Istimewa, memang sangat pantas sebutan istimewa intuk pantai yang satu ini. Terletak di selatan pulau jawa, berbatasan dengan samudera Hindia.

Kebumen, tak habis membahas potensi wisata kebumen yang cukup banyak, mulai dari wisata alam, wisata bahari, dan wisata sejarah. Kali ini kita bahas wisata alam dari Kabupaten Kebumen, Menganti. Terletak di sebelah selatan Kebumen, tepatnya Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Berlokasi 40 km dari Kecamatan Gombong.

 
Akses menuju pantai yang cukup ekstrim menjadi tantangtan tersendiri untuk mencapai tujuan. Perjuangan menuju lokasi yang melelahkan akan segera terbayar ketika memasuki gerbang masuk terlihat hampaaran bukit kapur yang menjulang tinggi dan luarnya samudera Hindia. Untuk mencapai tujuan, terdapat beberapa rute yang dapat ditempuh dari berbagai tempat sekitar Kebumen.
 


Pertama jika anda berada di Gombong, anda bisa mengambil arah ke Puring, belok kanan menuju Pantai Suwuk dan dilanjutkan menuju pantai Menganti. Dengan melewati jalan yang cukup menantang karena penuh dengan tingkungan tajam dan tanjakan yang curam, berhati – hatilah dan jangan lupa selalu nyalakan klakson setiap melewati tikungan tajam. Jika anda memilih rute ini jaraknya hanya 38 kilometer saja.

Selanjutnya jika anda dari arah Cilacap, anda dapat menempuh rute lingkar selatan kebumen, tepatnya dengan melewati pesisir selatan cilacap yang nantinya akan tembus di perbatasan Cilacap – Kebumen. Jarak yang ditempuh cukup panjang ± 45 km. Jarak yang cukup panjang itu jangan khawatir, karena akses jalan melewati jalan ini sudang halus dan lebar sehingga membuat nyaman untuk memacu kendaraan anda.

Namun dengan perjalanan selama dan sesulit itu nakal terbayarkan lunas jika sudah sampai di Pantai Menganti Kebumen ini. Dengan hamparan pasir putih yang di padukan dengan birunya air laut serta di kelilingi oleh buki-bukit hijau dan tebing alam yang menjulang tinggi bakal membuat perasaan anda takjub dan betah untuk bermain-main di lokasi ini.

Selain bermain air atau hanya duduk – duduk menikmati pemandangan alam, anda bisa juga berbaur dengan keseharian para nelayan setempat yang sangat bersahaja. para nelayan ini biasanya duduk – dudul di kapal mereka pada siang hari, dan baru akan melaut saat menjelang malam.

Jika anda ingin pemandangan yang leboh keren, eksotis, dan menakjubkan, para anda bisa naik ke bukit yang berada di sisi timur pantai. Di puncak bukit ini juga tertdapat mercusuar setinggi 20meter yang di dirikan para Belanda di tahun 1912-1915. Di lokasi ini anda bisa menikmati seluruh kawasan pantai dengan lekuk-lekuk bukit karang yang membentang dan di padukan birunya air samudera.

Menurut cerita warga sekitar pantai ini, dulu kala ada seorang panglima perang dari kerajaan Majapahit yang melarikan diri ke pesisir selatan Jawa karena hubungannya yang dengan sang kekasih yang tidak di restui oleh Raja. Dan mereka bersepakat untuk bertemu du tepi samudra yang berpasir putih nan indah. Sepanjang hari, sang panglima pun terus menanti sang pujaan hati yang rupanya, sang pujaan hati itu tidak kunjung tiba di atas bukit kapur. Dan sang panglima itu terus menanti dan menanti hingga lama. Dan berdasarkan cerita itulah asal mula nama Pantai Menganti.

Jika anda ingin bermalam di sini juga bisa menggunakan tenda-tenda maupun menyewa atau menginap di rumah penduduk. Memang, fasilitas di pantai ini belum memadahi seperti pantai – pantai lainnya. Di karenakan baru pada tahun 2011 pemerintah desa setempat dan Pemerintah kabupaten membukanya untuk umum. Di harapkan kedepannya pemerintah desa setempat dan pemerintah dapat lebih serius dalam menggarap pantai ini sehingga bakal menjadi pantai yang sangat wajib di telusuri saat berada di kebumen. Ayo treveller, Indonesia itu indah, masa masih dikamar aja.... Selamat Berlibur.... :)